Kamis, 28 Juli 2011

nggak semahal coklat

aku punya ponakan namanya Anggun.  Anggun masih TK, dan dia suka ikut kursus mengaji, bahasa Inggris, macem-macem deh pokoknya.  Ada satu temennya yang biasa diajakin berangkat bareng pas kursus, namanya Monik.  Anggun dan Monik tiap hari jalan kaki, pulang dan berangkat kursus bareng.
Suatu hari, Anggun mogok, nggak mau kursus.
"Kenapa Nggun? Kok nggak mau kursus? aku pengen tau kenapa dia cemberut dan nggak mau berangkat kursus.
"Monik nggak berangkat, ya aku juga!" Anggun memasukkan tasnya kedalam laci.
"Kenapa Monik nggak berangkat?"
"Monik sakit! Ibunya nggak punya uang buat beli obat! Makanya di nggak sembuh-sembuh, kan nggak dikasih obat!"
Aku kaget mendengar jawaban Anggun.  Orangtua Monik memang hanya tinggal Ibunya, dan Ibu Monik bekerja sebagai pencuci baju serabutan.
Bagaimana bisa aku se-lengah ini? Menolong untuk membelikan obat yang harganya nggak semahal coklatpun aku nggak sadar.
Segera aku mengajak Anggun kerumah Monik, dan kubawakan obat penurun panas yang kubeli diwarung terdekat. Alhamdulillah sih, sakitnya Monik cuma panas biasa.
Monik dan Anggun, makasih ya, udah buat aku nyadar, kalo disekitarku masih banyak hal yg harus diperhatiin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar